‎Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Nasional, Fokus Perkuat Stabilitas Keuangan ‎

- Publisher

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

ntvsatu.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026.

 

Pertemuan tersebut membahas pengalaman penanganan krisis ekonomi pada periode sebelumnya serta langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional di tengah dinamika global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir mendampingi Presiden bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa para tokoh yang hadir pernah menjabat sebagai menteri maupun Gubernur Bank Indonesia. Mereka antara lain Burhanuddin Abdullah, Paskah Suzetta, dan Lukita Dinarsyah Tuwo.

‎“Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan pers usai pertemuan.

‎Airlangga menjelaskan bahwa para tokoh tersebut menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pengalaman menghadapi tekanan ekonomi global, antara lain lonjakan harga minyak, tekanan inflasi, serta perubahan nilai tukar. Pada masa lalu, kata Airlangga, Indonesia pernah menghadapi situasi harga minyak yang melonjak tinggi dan berdampak pada inflasi.

‎“Di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar (AS per barel),” jelasnya.

‎Menurut Airlangga, kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini relatif lebih baik dibanding sejumlah episode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi dinilai lebih kuat, sementara depresiasi rupiah juga berada pada tingkat yang lebih rendah.

Baca Juga:  ‎Gubernur Kaltim Lantik 3.223 ASN: 1.148 Jabatan Fungsional dan 2.075 PPPK Tahap II

‎“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” ungkapnya.

‎Dari pertemuan tersebut, pemerintah mengambil sejumlah pembelajaran terkait langkah antisipasi yang diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ke depan. Presiden Prabowo juga meminta jajaran terkait, termasuk Menteri Keuangan, untuk terus memonitor regulasi yang dapat memperkuat stabilitas sektor keuangan dan menjaga prinsip kehati-hatian perbankan.

‎“Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita,” ujar Airlangga.

‎Pemerintah juga menilai perlu dilakukan kajian terhadap penguatan permodalan perbankan, mengingat jumlah perbankan di Indonesia cukup banyak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional agar tetap kuat menghadapi dinamika global.

‎Pertemuan ini menegaskan pendekatan kepemimpinan Presiden Prabowo yang mengedepankan kombinasi pengalaman, kewaspadaan, dan penguatan fundamental sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memastikan bahwa Indonesia tetap tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan global ke depan.

Sumber Berita: BPMI Setpres

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Utama Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo Paparkan Capaian Ekonomi Nasional dan Dorong Kemandirian Industri Indonesia
‎Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
‎Kemendagri Gelar Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Kalimantan, Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi
‎Prabowo Perintahkan Evaluasi Total IUP di Kawasan Hutan, Tegas Cabut Izin Bermasalah
‎Pemerintah Percepat Restrukturisasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Digabung Jadi Satu Entitas Nasional
‎Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan Bangsa
‎Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Tetap Memegang Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Konflik Global 

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:36 WIB

‎Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Nasional, Fokus Perkuat Stabilitas Keuangan ‎

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:30 WIB

‎Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Utama Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:23 WIB

Presiden Prabowo Paparkan Capaian Ekonomi Nasional dan Dorong Kemandirian Industri Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:02 WIB

‎Prabowo Subianto Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Jatim dan Jateng, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:51 WIB

‎Kemendagri Gelar Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Kalimantan, Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi

Berita Terbaru