NTVSatu.com, Jakarta — Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) sukses menyelenggarakan rangkaian Seminar Nasional dan Kongres PIKI ke-VII yang berlangsung khidmat dan penuh dinamika di Hotel Gran Melia, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan sekaligus memperkuat peran PIKI dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi bangsa dan negara.
Kongres tersebut secara resmi menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan PIKI periode 2021–2026 yang dipimpin oleh Ketua Umum Badikenita Br. Sitepu bersama Sekretaris Jenderal Audy W.M.R. Wuisang. Selama periode kepemimpinan tersebut, berbagai program kerja telah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan organisasi dan kontribusi intelektual di tengah kehidupan berbangsa.
Pelaksanaan kongres yang diketuai oleh Benyamin Patondok ini dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. Dalam pembukaannya, ia menekankan pentingnya peran organisasi intelektual dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta memberikan sumbangsih pemikiran konstruktif bagi pembangunan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai organisasi yang lahir pada 19 Desember 1964, PIKI didirikan oleh para cendekiawan Kristen dengan semangat untuk menghadirkan gagasan-gagasan strategis demi kemajuan bangsa. Hingga kini, PIKI terus berkomitmen menjadi wadah pemikir yang aktif dalam berbagai isu sosial, kebangsaan, dan keagamaan.
Kongres ke-VII ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PIKI dari seluruh Indonesia, serta dihadiri pula oleh sejumlah peninjau. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Dalam sidang pleno kongres, laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus PIKI periode 2021–2026 yang disampaikan oleh jajaran Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum mendapat respons positif. Seluruh peserta kongres menerima laporan tersebut tanpa catatan, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja kepengurusan sebelumnya.
Proses pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PIKI periode 2026–2031 awalnya diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni:
1. Michael Watimena – Penrad Siagian
2. Maruarar Sirait – Benyamin Patondok
3. Audy W.M.R. Wuisang – Jhon Numberi
Namun, sebelum tahapan pemungutan suara dimulai, pasangan Audy W.M.R. Wuisang – Jhon Numberi memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan, sehingga kontestasi pemilihan hanya diikuti oleh dua pasangan calon.
Proses pemilihan berlangsung cukup alot dan kompetitif, mencerminkan tingginya dinamika demokrasi di internal organisasi. Setelah melalui tahapan pemungutan dan penghitungan suara, pasangan Maruarar Sirait – Benyamin Patondok berhasil memperoleh dukungan mayoritas dengan raihan 74 suara. Sementara itu, pasangan Michael Watimena – Penrad Siagian memperoleh 41 suara.
Dengan hasil tersebut, Maruarar Sirait resmi terpilih sebagai Ketua Umum DPP PIKI untuk periode 2026–2031. Diharapkan, kepemimpinan baru ini dapat membawa PIKI semakin berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman serta memperkuat kontribusi intelektual bagi Indonesia.
Rangkaian kegiatan Kongres PIKI ke-VII kemudian ditutup secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang dalam sambutannya mengajak seluruh elemen organisasi untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis : YI
Editor : Aden
Sumber Berita: PIKI Nasional












