‎Evakuasi Dramatis Helikopter PX-CFX di Sekadau, 8 Korban Berhasil Diidentifikasi di Pontianak

- Publisher

Jumat, 17 April 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan mengevakuasi 8 korban di wilayah Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (16/4/2026) dini hari. (Tim SAR Gabungan)

Tim gabungan mengevakuasi 8 korban di wilayah Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (16/4/2026) dini hari. (Tim SAR Gabungan)

ntvsatu.com, Sekadau – Proses evakuasi delapan korban kecelakaan udara helikopter PX-CFX yang terjadi di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berlangsung dramatis, penuh risiko, dan membutuhkan perjuangan ekstra dari tim gabungan di lapangan. Medan yang sulit, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan tersebut.

 

Berdasarkan informasi dari Basarnas Provinsi Kalimantan Barat, keputusan untuk melakukan evakuasi pada dini hari diambil pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 00.05 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Langkah ini merupakan hasil pertimbangan matang setelah melihat kondisi cuaca pada siang hari yang diprediksi tidak bersahabat, serta tidak tersedianya area terbuka yang memadai untuk pendaratan helikopter di sekitar lokasi kejadian.

 

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah relawan langsung bergerak menuju titik lokasi kejadian (TKP). Mengingat keterbatasan akses udara, proses evakuasi dilakukan secara manual dengan penuh kehati-hatian.

 

Sekitar pukul 02.30 WIB, seluruh jenazah korban berhasil dikeluarkan dari badan helikopter yang mengalami kecelakaan. Proses ini sendiri tidak mudah, karena kondisi bangkai helikopter yang berada di area perbukitan dengan kemiringan tinggi serta permukaan tanah yang licin akibat kelembapan.

 

Setelah berhasil dievakuasi dari badan pesawat, jenazah korban kemudian dibawa secara bertahap menuju puncak bukit terdekat. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Posko Hulu Peniti sebagai titik kumpul evakuasi.

 

Perjalanan dari TKP menuju posko menjadi salah satu fase paling berat dalam proses ini. Tim harus berjalan kaki selama kurang lebih 2,5 jam dalam kondisi gelap gulita, melewati jalur sempit, licin, curam, dan berbatu. Selain itu, faktor kelelahan fisik juga menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh personel yang terlibat.

 

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan risiko, semangat serta koordinasi yang baik antarinstansi membuahkan hasil. Jenazah pertama tiba di Posko Hulu Peniti pada pukul 04.52 WIB, disusul oleh jenazah lainnya hingga seluruh korban berhasil dikumpulkan di lokasi tersebut.

 

Selanjutnya, pada pukul 06.10 WIB, seluruh jenazah diberangkatkan menggunakan delapan unit ambulans dengan pengawalan ketat dari patroli lalu lintas Polres Sekadau. Rombongan bergerak menuju Kompi B Yonif 642/Kapuas sebagai titik transit sebelum proses evakuasi lanjutan melalui jalur udara.

Baca Juga:  ‎Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras 12 Ribu Ton Aman Hadapi Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri

 

Di lokasi tersebut, telah disiapkan helikopter jenis Super Puma dari Lanud Supadio yang kemudian digunakan untuk membawa seluruh jenazah menuju Kota Pontianak. Setibanya di Pontianak, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi oleh tim forensik.

 

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meskipun diwarnai berbagai kendala teknis di lapangan.

 

“Evakuasi dilakukan pada dini hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keterbatasan lokasi pendaratan. Tim gabungan bekerja maksimal di tengah medan yang cukup ekstrem dan penuh risiko,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan proses evakuasi ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat yang turut membantu.

 

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa seluruh jenazah korban akan melalui proses identifikasi secara menyeluruh di RS Bhayangkara Pontianak. Proses ini meliputi pemeriksaan data antemortem dan postmortem guna memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.

 

Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari tim identifikasi. Transparansi dan ketelitian dalam proses ini menjadi prioritas utama guna menghindari kesalahan data.

 

Peristiwa kecelakaan helikopter PX-CFX ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat tingginya risiko operasional penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Kalimantan Barat. Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

 

Di sisi lain, dedikasi dan kerja keras tim gabungan dalam proses evakuasi patut diapresiasi. Dalam kondisi yang serba terbatas, mereka tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.

 

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses investigasi resmi selesai dilakukan.

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Korban Kecelakaan Helikopter PK-CBK Tiba di Pontianak, Proses Identifikasi DVI Berlangsung
‎Kecelakaan Tunggal Bus DAMRI Rute Sintang–Pontianak di Tanjakan Penyeladi Sanggau, 1 Penumpang Meninggal Dunia dan 20 Lainnya Luka-Luka
‎Viral Pria di Bekasi yang Diduga Pura-pura Beli Dagangan Nenek Penjual Uduk, Lalu Kabur usai Gasak Duit Rp4 Juta
‎Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras 12 Ribu Ton Aman Hadapi Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri
Berjuang Melawan Medan Berat, Prajurit TNI Pikul Bantuan Puluhan Kilometer ke Pedalaman Sitahuis
‎Media Nasional TV Satu Resmi Diluncurkan di Monas, Tegaskan Peran sebagai Media Berbasis Nasional
‎BNPB Pantau Dampak Kenaikan Status Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:56 WIB

Delapan Korban Kecelakaan Helikopter PK-CBK Tiba di Pontianak, Proses Identifikasi DVI Berlangsung

Jumat, 17 April 2026 - 11:47 WIB

‎Evakuasi Dramatis Helikopter PX-CFX di Sekadau, 8 Korban Berhasil Diidentifikasi di Pontianak

Minggu, 5 April 2026 - 20:38 WIB

‎Kecelakaan Tunggal Bus DAMRI Rute Sintang–Pontianak di Tanjakan Penyeladi Sanggau, 1 Penumpang Meninggal Dunia dan 20 Lainnya Luka-Luka

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:54 WIB

‎Viral Pria di Bekasi yang Diduga Pura-pura Beli Dagangan Nenek Penjual Uduk, Lalu Kabur usai Gasak Duit Rp4 Juta

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:01 WIB

‎Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras 12 Ribu Ton Aman Hadapi Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri

Berita Terbaru