NTVSatu.com, Pontianak – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat terus bergerak aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sejak Januari hingga Februari 2026.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalimantan Barat, Asrul Putra Nanda, mengungkapkan bahwa hingga awal Februari ini, PMI Kalbar telah 16 hari berturut-turut terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran lahan di berbagai titik.
“Kendala utama di lapangan adalah jarak sumber air dengan titik api yang cukup jauh, bahkan ada yang lebih dari 500 meter. Kondisi ini diperparah dengan sebaran titik api yang cukup luas,” ujar Asrul dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam mendukung operasi penanganan karhutla, PMI Kalbar menerjunkan sejumlah tim yang dibagi sesuai fungsi. Tim tersebut meliputi Tim Drone untuk pemantauan udara, Tim Pemadaman Kebakaran Lahan, serta Tim Ambulans yang disiagakan untuk evakuasi dan penanganan kondisi darurat akibat karhutla.
Selain fokus pada pemadaman, PMI Kalbar juga melakukan langkah antisipatif terhadap dampak kekeringan, terutama terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak.
“Aspek air bersih menjadi perhatian serius kami. Oleh karena itu, PMI Kalbar menurunkan dua unit truk tangki berisi air pegunungan. Hingga saat ini, lebih dari 30 ribu liter air bersih telah kami distribusikan kepada masyarakat,” jelas Asrul.
Pendistribusian air bersih dilakukan setiap hari dengan cakupan wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Saat ini, tercatat terdapat enam lokasi yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih.
“Kami akan terus memaksimalkan pendistribusian air bersih setiap hari menggunakan dua unit truk tangki yang tersedia,” tambahnya.
Asrul menegaskan bahwa layanan distribusi air bersih oleh PMI Kalbar gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi tersebut kepada RT, RW, maupun warga sekitar yang membutuhkan.
“Silakan sampaikan kepada RT, RW, dan masyarakat sekitar yang membutuhkan air minum atau air konsumsi. PMI Kalbar siap merespons,” ujarnya.
Untuk pengajuan bantuan air bersih, PMI Kalbar membuka Call Center Respon Cepat di nomor 0812 8700 0060 atau melalui WhatsApp di wa.me/6281287000060.
PMI Kalbar juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pendistribusian air bersih, antara lain air diambil dari Gunung Anjungan dan disarankan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, pendistribusian akan lebih efektif jika diperuntukkan bagi sekitar 55 kepala keluarga, serta memastikan akses jalan dan kekuatan jembatan memadai untuk dilalui truk tangki berkapasitas lebih dari 7 ton.
PMI Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak karhutla, baik melalui upaya pemadaman kebakaran maupun pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.












