ntvsatu.com, Pontianak – Ketua Dewan Pakar DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Saherimiko, M.Si., mengajak seluruh kader PIKI untuk terus memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Kekristenan dalam setiap pengabdian.
Dr. Saherimiko, M.Si., yang juga merupakan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak serta pengamat sosial politik dan hubungan internasional menegaskan bahwa PIKI harus mampu menjadi organisasi yang melahirkan gagasan strategis dan solusi atas berbagai persoalan kebangsaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”PIKI hadir harus mampu memberikan gagasan dan pemikiran yang strategis serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, bukan sekadar ikut berperan dalam program pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader-kader PIKI di Kalimantan Barat agar senantiasa berhati-hati dalam menjalankan tugas dan aktivitas organisasi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi organisasi.
”Hati-hati, PIKI bukan sekadar mitra kerja pemerintah. Kita harus tetap memiliki daya kritis yang berlandaskan prinsip ideologis dan teologis Kekristenan,” ujarnya.
Menurutnya, kader-kader PIKI yang berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi, profesional, dan rohaniawan, memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, seluruh kader harus menjalankan tugas sesuai dengan visi, misi, dan program kerja organisasi.
”Kita wajib melaksanakan tugas sesuai visi, misi, dan program kerja PIKI. Selain relevan dan kontekstual dengan perkembangan zaman, seluruh kegiatan organisasi juga tidak boleh menyimpang dari AD/ART serta cita-cita para pendiri PIKI,” jelasnya.
Lebih lanjut Dr. Saherimiko, M.Si., berharap kepemimpinan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum DPP PIKI periode 2026–2031 dapat semakin memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, posisi Maruarar Sirait yang juga menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat membuka ruang lebih luas bagi PIKI untuk memberikan kontribusi melalui kajian ilmiah, rekomendasi kebijakan, serta respons terhadap berbagai isu kebangsaan dan toleransi.
PIKI atau Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun kaum cendekiawan Kristen Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 19 Desember 1964 dan memiliki peran penting dalam memberikan pemikiran konstruktif bagi pembangunan bangsa.
Beberapa tokoh utama pendiri PIKI antara lain Dr. Johannes Leimena, Todung Sutan Gunung Mulia, Manasse Malo, dan Pontas Nasution.












