Tindak Tegas Mafia Deposito Rekening Negara Rp 285 T Hingga Mafia Kios Ekonomi Rakyat, Ketua Umum APKLI-P: Biang Gaduh, Kemiskinan dan Ambruknya Ekonomi Negara

- Publisher

Minggu, 19 Oktober 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTVSatu.com, Jakarta – Celoteh coboy Menkeu Purbaya bak petir disiang bolong menyeruak kotak pandora distorsi tata kelola ekonomi di negeri ini Satu per satu terbongkar seperti makna lirik lagu Iwan Fals, satu satu daun berguguran. Mulai dari subsidi gas LPG 3 kg, harga BBM dan malasnya Pertamina, cukong penyelundupan tekstil dan rokok ilegal hingga mafia deposito rekening negara Rp 285 trilyun. Tentunya patut diduga terjadi disemua lini tata kelola ekonomi dan suber daya kekayaan Indonesia . Purbaya bahkan berkelakar tak peduli siapa yang bentengi karena saya dibentengi Presiden Prabowo Subianto. Mereka itu, para mafia di negeri ini adalah biang kegaduhan, kemiskinan, pengangguran dan ambruknya ekonomi negara. Bahkan penyebab paradoksal Indonesia, negara terkaya didunia mendadak jadi negara miskin dengan utang berjimbun. APKLI Perjuangan berserta PKL UMKM diseluruh tanah air mendukung penuh langkah tegas dan cepat Presiden Prabowo Subianto bersih-bersih, cuci piring dan sapu halaman Indonesia. Tindak tegas mereka, sita asetnya dan hukum seberat-beratnya, tegas Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, Jakarta, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Lebih lanjut Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini menuturkan bahwa hal serupa terjadi dirana ekonomi rakyat. Mafia Kios Ekonomi Rakyat bukan saja di DKI Jakarta melainkan ada diseluruh Indonesia. Mafia Kios di Blok M, Pasar Barito, Pasar Taman Kuring dan Pasar Pramuka Jakarta yang bikin gaduh, sengsarakan pedagang, dan merugikan ekonomi DKI Jakarta hanyalah fenomena gunung es. Kenapa? Karena terduga kuat Mafia Kios Ekonomi Rakyat ini terjadi diseluruh pasar rakyat. Bahkan bukan saja di Jakarta melainkan diseluruh Indonesia.

Baca Juga:  ‎Truk BBM dan Alat Berat Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Pemerintah Prioritaskan Pembukaan Akses Darat ‎

Spontan teringat amanah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat Pencanangan Gerakan Pasar Rakyat di Santa Modern Market Jakarta Selatan dengan tegas akan bersihkan premanisme di pasar rakyat di Jakarta tak terkecuali mafia kios ekonomi rakyat. Atau sekali lagi, dari Mafia Deposito Rekening Negara Rp 285 trilyun hingga mafia kios ekonomi rakyat adalah biang kegaduhan, kemiskinan, pengangguran rugikan ekonomi pedagang, rugikan ekonomi daerah dan negara, serta akibatkan paradoksal Indonesia, negara terkaya didunia mendadak menjadi negara miskin dengan utang berjimbun. Oleh karena itu, APKLI Perjuangan mendesak dan mendorong kenyataan ini diusut tuntas ke meja hijau. Mereka ditindak tegas, disita asetnya dan dihukum seberat-beratnya siapapun yang terlibat tanpa panda bulu. Maju terus Presiden Prabowo Subianto, kami segenap kawulo alit, PKL dan UMKM berada dibarisan terdepan mendukung cuci piring dan sapu halaman Indonesia. Demikian pula, maju terus Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, pungkas dokter ahli kekebalan tubuh jebolan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta yang sudah 14 tahun menjadi dokter ekonomi rakyat kecil Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber Berita: APKLi.P.

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum APKLI-P Pertanyakan Sikap Mendag yang Dinilai Lebih Membela Ritel Modern Ketimbang Warung Kelontong
‎Polri Ajak Masyarakat Segera Melapor Jika Menemukan Dugaan Penyimpangan Program MBG
‎Harga TBS Sawit Anjlok Tak Wajar, APKASINDO Desak Prabowo Terapkan Satu Harga Nasional
Gibran Serap Aspirasi Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Dasar di NTT
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar 2026, Penilaian Juri Diprotes Peserta dan Publik
‎Kemendagri Gelar Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Kalimantan, Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi
Kongres Literasi Dayak Pertama di Sekadau Mendapat Antusiame Penuh Masyarakat Kalimantan
Maruarar Sirait Terpilih sebagai Ketua Umum DPP PIKI 2026–2031 dalam Kongres VII di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ketum APKLI-P Pertanyakan Sikap Mendag yang Dinilai Lebih Membela Ritel Modern Ketimbang Warung Kelontong

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:39 WIB

‎Polri Ajak Masyarakat Segera Melapor Jika Menemukan Dugaan Penyimpangan Program MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:51 WIB

‎Harga TBS Sawit Anjlok Tak Wajar, APKASINDO Desak Prabowo Terapkan Satu Harga Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Gibran Serap Aspirasi Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Dasar di NTT

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:02 WIB

Polemik LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar 2026, Penilaian Juri Diprotes Peserta dan Publik

Berita Terbaru