Kasus Bullying di Sekolah Meningkat, DPR hingga Presiden Prabowo Sepakat Lakukan Evaluasi Menyeluruh

- Publisher

Selasa, 18 November 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kejadian bullying di lingkungan sekolah. (Instagram/puanmaharaniri)

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kejadian bullying di lingkungan sekolah. (Instagram/puanmaharaniri)

NTVSatu.Com, Jakarta – Rentetan kasus bullying yang terjadi di sekolah dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif hingga eksekutif.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, tegaskan bahwa Kasus perundungan di lingkungan Pendidikan tidak boleh lagi terulang.

“Kami sangat prihatin dan tidak ingin kasus bullying kembali terjadi, baik di SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” ujar Puan saat ditemui di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 November 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masifnya Kasus, DPR Sebut Indonesia Masuki‘Darurat Bullying’

Puan menilai maraknya kekerasan antar pelajar telah mencapai fase mengkhawatirkan hingga layak disebut sebagai kondisi darurat.

“Kalau dibilang darurat, menurut saya memang sudah darurat karena kasusnya terus berulang, ” ucapnya.

Untuk itu, DPR akan meminta komisi terkait segera memanggil kementerian terkait guna mengkaji dan mengevaluasi penanganan kasus perundungan secara lebih menyeluruh.

Akan Libatkan Psikolog, Psikiater, hingga Ahli Profesional

Politikus PDI-P tersebut menambahkan bahwa evaluasi nantinya juga akan menggandeng para ahli.

” Pihak profesional, seperti psikolog atau psikiater, perlu dilibatkan agar evaluasinya lebih komprehensif dan tepat,” jelasnya.

Ia menekankan, upaya ini demi melindungi generasi muda Indonesia agar mereka tumbuh tanpa kekerasan baik fisik, mental, maupun psikis.

“Anak-anak dan pelajar adalah masa depan bangsa. Tak boleh ada kekerasan di antara mereka,” ungkap Puan.

Presiden Prabowo Beri Respons Tegas

Menanggapi meningkatnya kekerasan di sekolah, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah akan segera menuntaskan persoalan tersebut.

Baca Juga:  ‎Prabowo Gelar Rapat Strategis di Hambalang Bahas Agenda Prioritas Nasional dan Kesiapan Idulfitri 2026

“Itu harus diatasi, ” tegasnya seusai meluncurkan perangkat pembelajaran smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin, 17 November 2025.

Mendikdasmen Siapkan Regulasi Baru & Tim Pencegahan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan peraturan baru terkait penanganan bullying.

“Kami akan menerbitkan Permendikdasmen baru dan membentuk tim di tiap sekolah dengan pendekatan humanis, komprehensif, dan partisipatif,” ujarnya.

Regulasi tersebut akan memperkuat pengawasan dengan melibatkan orang tua, siswa, dan masyarakat setempat.

“Dengan keterlibatan semua pihak, kami berharap kasus kekerasan di sekolah tidak lagi terulang,” tambahnya.

Dua Kasus Bullying Terbaru yang Menggemparkan Publik

Gelombang perhatian publik semakin besar setelah kematian seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan berinisial MH, yang diduga menjadi korban bullying.

MH mengalami luka fisik dan trauma berat hingga harus dirawat intensif selama satu minggu di RS Fatmawati Jakarta sebelum akhirnya meninggal pada Minggu, 16 November 2025.

Kasus lain datang dari ledakan di SMAN 72 Jakarta, di mana pelaku yang berstatus anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) disebut pernah mengalami perundungan.

“Pelaku merasa tertindas, kesepian, dan tidak tahu harus bercerita kepada siapa, hingga akhirnya muncul dorongan dendam,” ungkap Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana pada konferensi pers 11 November 2025.

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Kejagung Tetapkan Mantan Ketua BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakil Kepala BGN sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis ‎
‎Ketua Dewan Pakar PIKI Kalbar Ajak Kader Hadirkan Gagasan Strategis dan Solusi bagi Bangsa
Ketum APKLI-P Pertanyakan Sikap Mendag yang Dinilai Lebih Membela Ritel Modern Ketimbang Warung Kelontong
‎Polri Ajak Masyarakat Segera Melapor Jika Menemukan Dugaan Penyimpangan Program MBG
‎Harga TBS Sawit Anjlok Tak Wajar, APKASINDO Desak Prabowo Terapkan Satu Harga Nasional
Gibran Serap Aspirasi Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Dasar di NTT
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar 2026, Penilaian Juri Diprotes Peserta dan Publik
‎Kemendagri Gelar Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Kalimantan, Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah Berprestasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:35 WIB

‎Kejagung Tetapkan Mantan Ketua BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakil Kepala BGN sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis ‎

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:47 WIB

‎Ketua Dewan Pakar PIKI Kalbar Ajak Kader Hadirkan Gagasan Strategis dan Solusi bagi Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ketum APKLI-P Pertanyakan Sikap Mendag yang Dinilai Lebih Membela Ritel Modern Ketimbang Warung Kelontong

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:39 WIB

‎Polri Ajak Masyarakat Segera Melapor Jika Menemukan Dugaan Penyimpangan Program MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:51 WIB

Gibran Serap Aspirasi Warga Amfoang, Janji Percepat Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Dasar di NTT

Berita Terbaru