‎PARADOKS BENCANA DESEMBER: Personal Branding Bunga Citra Lestari!  ‎

- Publisher

Kamis, 11 Desember 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Dr. Andersius Namsi, Ph.D, Dosen Pasca Sarjana Studi Teologi dan Psikologi Pendidikan dan Wapres Majelis Adat Dayak Nasional.

‎Dr. Andersius Namsi, Ph.D, Dosen Pasca Sarjana Studi Teologi dan Psikologi Pendidikan dan Wapres Majelis Adat Dayak Nasional.

NTVSatu.Com – Menurut berita Diaspora Aceh di Kuala Lumpur, sebanyak 500 ton bantuan bencana logistik masyarakat Aceh diaspora di Malaysia belum dapat diproses untuk dikirim dari pelabuhan Klang, Malaysia ke Aceh karena pemerintah tidak menetapkan bencana banjir bandang Sumatera sebagai bencana Nasional.

‎Sementara saat menjawab adanya bantuan dari Malaysia dan China yang sudah masuk di Aceh, Menhan Jenderal (Purn) TNI, Sjafrie Sjamsoeddin di Makassar tgl.9 Desember 2025, mengatakan bahwa hal itu bantuan personal kepada Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) untuk mencari jasad-jasad korban yang hilang, bukan bantuan asing bagi bencana banjir itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Paradoks terjadi! Pada saat bencana maka sesungguhnya langkah pertama yang utama adalah memastikan penyelamatan bagi nyawa para korban. Syukur-syukur berlomba cepat-cepatan bagi jiwa yang masih hidup agar bisa diselamatkan.

‎Nyawa manusia adalah prioritas dari semua aksi pertolongan lainnya. Begitu ilmu yang saya dapat ketika mengikuti leadership training on disaster crisis management – Pelatihan Kepemimpinan bagi manajemen krisis bencana saat bekerja di NGO Internasional.

‎Mengikuti berita TV dan media online dalam upaya penanganan bencana banjir Sumatera awal Desember ini, tampak sekali publik punya kesan yang negatip pada management penanganan bencana itu. Khususnya kesan dari pihak masyarakat yang terdampak langsung bencana tersebut.

‎Membaca respon Presiden Prabowo yang sangat serius atas bencana yang telah menewaskan hampir 1000 jiwa, 5000 orang luka, hampir sejuta pengungsi dan 250-an orang yang masih hilang – entah keluyuran ke mana, ada dua kemungkinan yang terjadi:

‎Pertama, Tim pemerintahan Presiden Prabowo seperti tak terkoordinasi dengan baik guna efektivitas pola penanganan korban Bencana ekologis tersebut. Meski Presiden sudah mendorong TNI-Polri di barisan depan dalam berbagai tindakan. Apakah soliditas di dalam Kabinet bermasalah?

Baca Juga:  Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh dari Berbagai Daerah

‎Kedua, Tim Komunikasi pemerintah buruk dalam mengkomunikasikan penanganan bencana tersebut. Padahal pemerintah sangat mendominasi media. Justru yang tampak pada publik adalah para pejabat menggunakan momentum bencana Sumatera itu seakan sebagai panggung Personal Branding agar Bunga Citra-nya Lestari. Padahal mereka pejabat Negara, pelayan publik, bukan artis Bunga Citra Lestari!

‎Saya ingat pernyataan Filsuf Romawi kuno, Marcus Tullius Cicero berkata: Salus Populi Suprema Lex Esto – Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ini adalah diktum dasar politik hukum bernegara yang paling kuno dan mendasar. Keselamatan rakyat adalah tanggungjawab tertinggi dari pejabat pemerintah dalam hidup ber-Negara!

‎Falsafah tata kelola Negara ini telah ada puluhan tahun sebelum Yesus Kristus lahir yang diperingati sebagai Natal. Maka dalam pengabdianNya, Yesus Kristus berkata: “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”.

‎Tentu menjadi hal yang menyedihkan ketika rakyatnya berjibaku untuk bisa selamat dari bencana yang mematikan, justru pemimpin yang katanya mau mengabdi sebagai pejabat negara malah pergi Umroh atau pergi ke luar negeri. Kepemimpinan model apa itu?

‎Bayangkan, para korban bencana bagaikan domba-domba yang penuh luka dengan nyawa antara hidup atau mati tapi tanpa ada Gembala. Ini paradoks! Paradoks Desember yang memperdalam duka di masa Adven karena tingkah polah yang telanjang oleh para pejabat Negara.

‎Paradoks Desember: Renungkan!

‎Pertama, “Marilah kita membangun Bunga Citra kita agar tetap Lestari di tempat bencana maupun di berbagai acara Gerejawi.”

‎Kedua, “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”

‎Semoga Tuhan menolong dan menjadi penyelamat sejati bagi para korban bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat! Salam Doa masa Adven.

Sumber Berita: ‎Dr. Andersius Namsi, Ph.D

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Prabowo Gelar Open House Idulfitri 1447 H Khusus untuk Masyarakat Umum di Istana Negara
Wapres Gibran Rakabuming Raka Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman
‎Presiden Prabowo Subianto Salat Idulfitri di Masjid Darussalam, Serahkan Bantuan untuk Warga Hunian Sementara tara ‎
‎Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan Bangsa
‎Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Berbagai Wilayah di Indonesia, Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar
‎Presiden Prabowo Berkomitmen Berantas Korupsi dan Tekankan Pentingnya Kemandirian di Berbagai Sektor Sebagai Fondasi Ketahanan Nasional
‎Prabowo Gelar Rapat Strategis di Hambalang Bahas Agenda Prioritas Nasional dan Kesiapan Idulfitri 2026
‎Mulai Tanggal 28 Maret 2026 Pemerintah Akan Larang Anak di Bawah 16 Tahun Memiliki Akun di Platform Digital Berisiko Tinggi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:14 WIB

‎Prabowo Gelar Open House Idulfitri 1447 H Khusus untuk Masyarakat Umum di Istana Negara

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:41 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Ajak Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman

Sabtu, 21 Maret 2026 - 19:20 WIB

‎Presiden Prabowo Subianto Salat Idulfitri di Masjid Darussalam, Serahkan Bantuan untuk Warga Hunian Sementara tara ‎

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:49 WIB

‎Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan Bangsa

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:12 WIB

‎Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Berbagai Wilayah di Indonesia, Percepatan Pembangunan Infrastruktur Dasar

Berita Terbaru