ntvsatu.Com, Kubu Raya – Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I di Dangau Hotel, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Dayak Maju Berkelanjutan: Berakar Pada Adat, Melangkah Dengan Iptek”.
Rakerwil I ICDN Kalbar dihadiri jajaran pengurus pusat ICDN, pengurus wilayah, serta perwakilan pengurus ICDN dari 14 kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Hadir pula Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Yakobus Kumis, M.H., perwakilan dari Sarawak, Malaysia, yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Rakerwil I ICDN Kalbar, Martinus Beltra, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para donatur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, seluruh panitia, serta pengurus ICDN tingkat pusat, wilayah, dan 14 kabupaten/kota yang telah hadir dan berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Martinus berharap Rakerwil I ICDN Kalbar dapat menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan kemajuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta anggota Paguyuban Merah Putih yang hadir. Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi kemajuan suku bangsa Dayak di Kalimantan Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW ICDN Kalimantan Barat, Heri Saman, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kepengurusan ICDN di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat telah terbentuk secara lengkap.
Menurutnya, ICDN merupakan wadah bersama bagi seluruh masyarakat Dayak tanpa membedakan latar belakang profesi maupun golongan.
“ICDN bukan milik satu kelompok tertentu. Selama berasal dari suku bangsa Dayak, maka ICDN adalah rumah bersama,” tegas Heri.
Ia menjelaskan bahwa dalam ICDN berhimpun berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pengusaha, politisi, hingga profesional dari berbagai bidang yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan masyarakat Dayak.
Heri juga mengungkapkan adanya usulan dari sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) agar kepengurusan ICDN dapat dibentuk hingga tingkat kecamatan guna memperluas penyerapan aspirasi masyarakat.
Selain menjadi mitra pemerintah, Heri berharap ICDN dapat menjalin kerja sama dengan lembaga adat dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan bagi pembangunan Kalimantan Barat.
Ketua Umum ICDN, Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M., turut memberikan apresiasi kepada pengurus ICDN Kalimantan Barat atas terselenggaranya Rakerwil I. Ia menilai pengurus ICDN di 14 kabupaten/kota cukup aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
Menurut Willy, saat ini ICDN telah terbentuk di enam provinsi di Pulau Kalimantan. Ia berharap kehadiran ICDN dapat melahirkan cendekiawan Dayak yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.
“Walaupun jumlah masyarakat Dayak tidak terlalu besar, yang terpenting adalah kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ICDN hadir untuk memberikan solusi, pemikiran, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kalimantan.
“Kita harus aktif berdiskusi, menulis, dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah melalui cara-cara yang mencerminkan karakter kaum terpelajar,” tegasnya.
Rakerwil I ICDN Kalbar secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., yang ditandai dengan pemukulan gong.
Dalam sambutannya, Krisantus mengajak masyarakat Dayak agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam berbagai sektor pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat, tanpa memandang suku dan latar belakang, untuk bersama-sama mencintai dan membangun daerah.
“Kalimantan Barat adalah rumah kita bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif dalam memajukan daerah ini,” katanya.
Krisantus menilai ICDN sebagai organisasi yang dihuni oleh kalangan intelektual dan berpendidikan sehingga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang realistis dan dapat diterapkan.
“Saya berharap rekomendasi yang lahir dari forum ini benar-benar konstruktif, realistis, dan dapat diimplementasikan. Jangan hanya menjadi wacana yang sulit dilaksanakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Dayak agar mampu bersaing dan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan potensi daerah.
“Kita jangan hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Kita harus terpelajar, berpikir kritis, berdaya saing, dan menjadi pelaku utama agar kekayaan sumber daya alam Kalimantan Barat dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat daerah,” tegas Krisantus.













