Penutupan Naik Dango ke-3 di Rumah Radakng Berlangsung Meriah, Tokoh Adat Tekankan Persatuan dan Pelestarian Budaya

- Publisher

Minggu, 26 April 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh adat dan panitia berdiri bersama di panggung utama pada malam penutupan Naik Dango ke-3 di Pontianak, dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.

Tokoh adat dan panitia berdiri bersama di panggung utama pada malam penutupan Naik Dango ke-3 di Pontianak, dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.

NTVsatu.com, PONTIANAK – Rangkaian kegiatan budaya Naik Dango ke-3 resmi ditutup pada Sabtu malam, 25 April 2026, di Rumah Radakng.

Acara penutupan berlangsung meriah, penuh nuansa adat, serta dihadiri oleh tokoh-tokoh adat Dayak, Dewan Adat Dayak (DAD), serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Sejak sore hingga malam hari, kawasan Rumah Radakng dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung puncak perayaan budaya tahunan tersebut. Berbagai rangkaian acara penutup ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, ritual adat, hingga penyampaian pesan-pesan budaya oleh para tokoh adat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua panitia dan perwakilan Dewan Adat Dayak dalam sambutannya menyampaikan bahwa Naik Dango bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen, sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Naik Dango adalah jati diri kita sebagai masyarakat Dayak. Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk tidak melupakan akar budaya, tetap menjaga adat istiadat, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” disampaikan dalam sambutan tokoh adat yang hadir pada malam penutupan.

Tokoh adat lainnya juga menegaskan pentingnya generasi muda untuk terus mengenal dan melestarikan budaya Dayak. Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan identitas budaya, melainkan harus berjalan berdampingan.

Baca Juga:  ‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman

“Budaya adalah kekuatan kita. Jika generasi muda tidak lagi mengenal adatnya, maka kita akan kehilangan jati diri. Karena itu, kegiatan seperti Naik Dango harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujar salah satu perwakilan Dewan Adat Dayak.

Selain itu, dalam sambutan juga disampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan antar masyarakat. Naik Dango dinilai menjadi wadah yang mampu menyatukan berbagai suku, agama, dan latar belakang dalam satu semangat kebersamaan.

“Melalui Naik Dango, kita menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah perbedaan yang memecah, tetapi kekuatan yang mempersatukan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam acara tersebut.

Sementara itu, dari sisi pelaksanaan, kegiatan penutupan berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan dukungan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan yang turut memastikan jalannya acara tanpa gangguan.

Dengan berakhirnya rangkaian Naik Dango ke-3 ini, masyarakat berharap kegiatan budaya tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar, serta semakin memperkuat identitas budaya Dayak di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak.

Acara penutupan pun ditutup dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat budaya, menjadi penanda berakhirnya perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna bagi masyarakat Dayak dan seluruh warga yang hadir.

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Ketua DAD Kota Pontianak Apresiasi Kebijakan Pemkot, Menjadikan Naik Dango Kota Pontianak Masuk Kalender Event 2026
‎Naik Dango ke-3  Kota  Pontianak Resmi di Buka, Walikota Edi Kamtono: Naik Dango Adalah Bentuk Pelestarian Tradisi dan Kearifan lokal Masyarakat Dayak
Karnaval Budaya Naik Dango ke-3 di Pontianak Tampil Lebih Meriah, Libatkan Peserta Lintas Daerah dan Mancanegara
‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman
‎Gawai Dayak Bejujongk ke-XV di Desa Gema Disiapkan Meriah, Warga Gerai Tunjukkan Antusias Tinggi
‎Perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di  Kota Pontianak Berlangsung Semarak dan Penuh Warna ‎
Ritual Adat Dayak Ngudas Resmi Tandai Dimulainya Eksplorasi Tambang PT Kalmin di Desa Lumut

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:48 WIB

Penutupan Naik Dango ke-3 di Rumah Radakng Berlangsung Meriah, Tokoh Adat Tekankan Persatuan dan Pelestarian Budaya

Selasa, 21 April 2026 - 18:01 WIB

‎Ketua DAD Kota Pontianak Apresiasi Kebijakan Pemkot, Menjadikan Naik Dango Kota Pontianak Masuk Kalender Event 2026

Senin, 20 April 2026 - 14:27 WIB

Karnaval Budaya Naik Dango ke-3 di Pontianak Tampil Lebih Meriah, Libatkan Peserta Lintas Daerah dan Mancanegara

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:45 WIB

‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:44 WIB

‎Gawai Dayak Bejujongk ke-XV di Desa Gema Disiapkan Meriah, Warga Gerai Tunjukkan Antusias Tinggi

Berita Terbaru