ntvsatu.com, Pontianak – Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak Yohanes nenas, S.H. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas penetapan Hari Naik Dango sebagai bagian dari kalender resmi pariwisata Kota Pontianak.
Hal ini beliau ucapkan saat menyampaikan kata sambutan dalam pembuatan acara naik dango ke-3 kota Pontianak di rumah radakng tanggal 21 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat karena hari ini telah menetapkan Naik Dango sebagai bagian dari kalender pariwisata Kota Pontianak, yaitu Hari Event Naik Dango setiap tanggal 20- 25 April. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Edi Kamtono yang telah mendukung kegiatan ini, serta kepada Dinas Pariwisata Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Naik Dango tahun ini merupakan tahun ketiga dan kini telah resmi menjadi bagian dari kalender pariwisata daerah.
“Di tahun ketiga pelaksanaan Naik Dango Kota Pontianak ini, kegiatan kita telah masuk dalam kalender resmi pariwisata Kota Pontianak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyambut tamu dari komunitas Dayak Sarawak, Malaysia, serta mengundang mereka untuk kembali hadir pada perayaan mendatang.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada tamu kita dari Dayak Sarawak, Malaysia. Kami juga mengundang kembali untuk datang ke Pontianak pada perayaan berikutnya,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Naik Dango bukan sekadar perayaan, melainkan memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Dayak.
“Naik Dango bukan hanya sebuah perayaan, tetapi ini adalah nafas adat dan budaya, ungkapan syukur atas rezeki, serta refleksi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tema yang diangkat pada tahun ini mengandung pesan penting bagi masyarakat.
“Tema tahun ini adalah ‘Ngampar Uma Ngarak Padi’, yang mengandung makna menjaga kearifan lokal di tengah perubahan zaman. Ini adalah pesan yang sangat dalam bagi nilai-nilai luhur masyarakat Dayak,” pungkasnya.












