ntvsatu.com, Ketapang, Kalbar – Menyambut pelaksanaan Gawai Dayak Bejujongk ke-XV, masyarakat Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang terus mematangkan berbagai persiapan guna menyukseskan agenda budaya tahunan yang sarat nilai adat dan tradisi tersebut.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat adat Dayak, khususnya di Dusun Gerai, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara di laksanakan pada tanggal 25-28 Februari 2026.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak jauh hari dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Panitia pelaksana bersama pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pemuda bahu-membahu melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari pembersihan lingkungan desa, penataan lokasi kegiatan, hingga pembangunan panggung utama dan sarana pendukung lainnya. Tidak hanya itu, berbagai perlengkapan ritual adat juga dipersiapkan secara khusus sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku, sehingga pelaksanaan Gawai tetap berjalan sakral dan penuh makna.
Semangat gotong royong tampak begitu kental di tengah masyarakat Dusun Gerai. Warga secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan material demi kelancaran acara. Keterlibatan aktif masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa Gawai Bejujongk bukan hanya sekadar agenda tahunan, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui pelaksanaan Gawai Dayak Bejujongk ke-XV ini, masyarakat Desa Gema ingin menyampaikan pesan yang mendalam tentang pentingnya rasa syukur kepada Tuhan atas berkat hasil panen yang telah diterima. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya Dayak, mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga, serta menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan budaya mereka di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Gawai Bejujongk ke-XV ini dirancang secara meriah dan penuh makna. Acara akan diawali dengan ritual adat sebagai inti dari perayaan, yang meliputi doa bersama serta prosesi persembahan adat yang dipimpin oleh para tetua adat. Suasana sakral akan terasa saat masyarakat mengenakan pakaian adat dan mengikuti setiap tahapan ritual dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Selain ritual adat, berbagai pertunjukan seni dan budaya juga akan memeriahkan kegiatan ini. Tarian tradisional Dayak, musik daerah, serta parade pakaian adat akan ditampilkan sebagai wujud kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat setempat. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda maupun pengunjung yang hadir. Kemeriahan Gawai Bejujongk ke-XV juga akan diisi dengan berbagai lomba yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Lomba-lomba tersebut antara lain lomba permainan tradisional khas Dayak, lomba tari kreasi Dayak, lomba menyanyi lagu daerah, lomba pakaian adat, hingga berbagai perlombaan rakyat lainnya yang mengedepankan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kekompakan. Selain itu, akan digelar pula pentas seni pemuda serta hiburan malam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Gawai Dayak Bejujongk ke-XV ini turut mengundang berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, unsur Forkopimcam Kecamatan Simpang Dua, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan desa-desa sekitar, serta komunitas budaya. Kehadiran para tamu undangan ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya Dayak sekaligus mempererat hubungan antarwilayah.
Antusiasme masyarakat Dusun Gerai dalam menyambut kegiatan ini terlihat sangat tinggi. Sejak awal persiapan hingga menjelang pelaksanaan, masyarakat menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mendukung setiap rangkaian kegiatan. Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan Gawai Bejujongk, sekaligus mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Dayak yang menjunjung tinggi gotong royong dan solidaritas.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat, Gawai Dayak Bejujongk ke-XV di Desa Gema diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan meriah.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agenda budaya unggulan di Kabupaten Ketapang yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata budaya di daerah tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat.












