‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman

- Publisher

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Hadir di  klenteng Tua Pek Kong Ketapang saat malam puncak perayaan Cap Go Meh 2026, Rabu (4/3/2026).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Hadir di  klenteng Tua Pek Kong Ketapang saat malam puncak perayaan Cap Go Meh 2026, Rabu (4/3/2026).

ntvsatu.com, Ketapang, Kalbar – Kilauan ribuan lampion yang menggantung indah di pelataran Klenteng Tua Pek Kong Ketapang, Jalan Merdeka, menciptakan suasana magis yang menyelimuti malam puncak perayaan Cap Go Meh 2026, Rabu (4/3/2026).

Dalam nuansa yang penuh warna dan kebersamaan itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta tokoh masyarakat Tionghoa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Malam perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman yang telah lama mengakar di Kabupaten Ketapang. Di tengah gemerlap lampion dan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi, suasana terasa hangat dan penuh makna, mencerminkan harmoni sosial yang terus terjaga di tengah perbedaan.

‎Dalam sambutannya di hadapan ribuan warga, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Ketapang merupakan kekuatan besar dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa semangat gotong royong lintas suku, agama, dan budaya menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Ketapang yang maju, aman, dan sejahtera.

‎“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. Apa yang kita saksikan malam ini adalah bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.

‎Perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan serta mendekati perayaan Paskah. Momentum ini, menurut Bupati, menjadi pesan tersirat tentang indahnya kehidupan yang saling menghargai dan berdampingan secara damai dalam bingkai kebhinekaan.

Baca Juga:  Mobil Pembawa Uang Tunai BNI Terbakar di Polewali Mandar, Rp4,6 Miliar Hangus

‎Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat perayaan besar, tetapi juga dalam interaksi sosial yang sederhana. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas daerah yang memperkaya khazanah nasional.

‎Adapun beberapa pesan penting yang disampaikan dalam kesempatan tersebut meliputi:Menjaga kerukunan sebagai pondasi utama kehidupan bermasyarakat.

‎Melestarikan tradisi dan budaya lokal, termasuk perayaan Cap Go Meh, sebagai warisan berharga yang harus dijaga bersama.

‎Mempererat persatuan dan kebersamaan demi mendorong kemajuan Kabupaten Ketapang ke arah yang lebih baik.

‎Kehadiran lengkap jajaran Forkopimda serta para Kepala OPD turut memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan budaya yang mampu mempererat tali persaudaraan antarwarga. Sinergi ini diharapkan terus terjalin untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat identitas daerah.

‎Kemeriahan atraksi naga dan barongsai yang memukau, sorak sorai masyarakat menggema, menambah semarak suasana malam. Setiap gerakan yang ditampilkan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarat makna budaya yang merepresentasikan harapan, keberuntungan, dan semangat baru.

‎Perayaan Cap Go Meh di Ketapang tahun ini menjadi lebih dari sekadar festival budaya. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan, di mana perbedaan dirangkul dalam harmoni, dan persatuan diteguhkan sebagai kunci menuju masa depan daerah yang lebih inklusif, damai, dan penuh keberkahan.

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Harga Solar Mahal, Kapal Kelotok Rute Rasau Jaya – Teluk Batang Terpaksa di Berhentikan Sementara  ‎
Kongres Literasi Dayak Pertama di Sekadau Mendapat Antusiame Penuh Masyarakat Kalimantan
Penutupan Naik Dango ke-3 di Rumah Radakng Berlangsung Meriah, Tokoh Adat Tekankan Persatuan dan Pelestarian Budaya
‎Ketua DAD Kota Pontianak Apresiasi Kebijakan Pemkot, Menjadikan Naik Dango Kota Pontianak Masuk Kalender Event 2026
‎Naik Dango ke-3  Kota  Pontianak Resmi di Buka, Walikota Edi Kamtono: Naik Dango Adalah Bentuk Pelestarian Tradisi dan Kearifan lokal Masyarakat Dayak
Karnaval Budaya Naik Dango ke-3 di Pontianak Tampil Lebih Meriah, Libatkan Peserta Lintas Daerah dan Mancanegara
‎Kecelakaan Tunggal Bus DAMRI Rute Sintang–Pontianak di Tanjakan Penyeladi Sanggau, 1 Penumpang Meninggal Dunia dan 20 Lainnya Luka-Luka
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala Himbau Aksi Massa di PN Sintang Berjalan Damai

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIB

‎Harga Solar Mahal, Kapal Kelotok Rute Rasau Jaya – Teluk Batang Terpaksa di Berhentikan Sementara  ‎

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:51 WIB

Kongres Literasi Dayak Pertama di Sekadau Mendapat Antusiame Penuh Masyarakat Kalimantan

Minggu, 26 April 2026 - 21:48 WIB

Penutupan Naik Dango ke-3 di Rumah Radakng Berlangsung Meriah, Tokoh Adat Tekankan Persatuan dan Pelestarian Budaya

Selasa, 21 April 2026 - 18:01 WIB

‎Ketua DAD Kota Pontianak Apresiasi Kebijakan Pemkot, Menjadikan Naik Dango Kota Pontianak Masuk Kalender Event 2026

Selasa, 21 April 2026 - 15:45 WIB

‎Naik Dango ke-3  Kota  Pontianak Resmi di Buka, Walikota Edi Kamtono: Naik Dango Adalah Bentuk Pelestarian Tradisi dan Kearifan lokal Masyarakat Dayak

Berita Terbaru