NTVSatu.com, Pontianak – Kegiatan budaya Naik Dango ke-3 resmi dilaksanakan pada April 2026 di Kota Pontianak. Perhelatan budaya ini menjadi salah satu upaya penting dalam melestarikan adat dan tradisi masyarakat Dayak, khususnya budaya Dayak Kanayatn, agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3 diawali dengan prosesi adat. Pada 17 April 2026, dilaksanakan kegiatan ngampar mide sebagai tanda dimulainya rangkaian adat. Selanjutnya, pada 18 April 2026 tepat pukul 00.00 WIB, dilaksanakan ritual ngalanjukatn yang menjadi bagian penting dalam tradisi tersebut. Puncak kemeriahan awal terlihat pada 20 April 2026 melalui pelaksanaan karnaval budaya. Sementara itu, pembukaan resmi kegiatan Naik Dango ke-3 dijadwalkan berlangsung pada 21 April dan akan dilaksanakan hingga 25 April 2026 dengan berbagai agenda menarik yang telah disiapkan panitia.
Karnaval budaya yang digelar pada 20 April 2026 menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan ini. Koordinator Seksi Display Budaya, Pieter Andas Parinatha, S.E., mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan signifikan dibandingkan pelaksanaan karnaval pada tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini, partisipasi peserta tidak hanya berasal dari Dewan Adat Dayak (DAD) dari enam kecamatan di Pontianak, tetapi juga melibatkan peserta dari luar DAD. Salah satunya adalah keikutsertaan perwakilan organisasi budaya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yang turut memeriahkan suasana dengan keberagaman budaya yang ditampilkan.
“Tahun ini kami mencoba menghadirkan suasana yang lebih inklusif. Tidak hanya peserta dari DAD, tetapi juga mengundang teman-teman dari luar, seperti organisasi budaya dari NTT, sehingga karnaval menjadi lebih beragam dan menarik,” ujar Pieter pada Senin (20/4/2026).
Tidak hanya dari segi peserta, rute karnaval budaya tahun ini juga mengalami perubahan dengan jarak tempuh yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Para peserta memulai karnaval dari depan Rumah Betang di Jalan Sutoyo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Ahmad Yani, berputar menuju Jalan Gajah Mada, dan berakhir di depan Rumah Radakng sebagai titik akhir kegiatan.
Setibanya di lokasi akhir, rombongan peserta karnaval disambut dengan penampilan drum band lokal yang telah bersiap menyambut kedatangan mereka. Penyambutan ini diharapkan dapat menambah semarak suasana sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
“Peserta akan menempuh rute yang cukup panjang dan berakhir di Rumah Radakng. Di sana, mereka akan disambut oleh drum band lokal yang sudah bersiap, sehingga suasana penutupan karnaval menjadi lebih meriah,” tambahnya.
Selain menghadirkan keberagaman peserta dari dalam negeri, kegiatan Naik Dango ke-3 juga mendapat perhatian dari luar negeri. Hal ini terlihat dari kehadiran tamu istimewa yang berasal dari Sarawak, Malaysia. Sebanyak 80 orang dari organisasi Dayak di wilayah tersebut turut hadir untuk berpartisipasi dan menyaksikan secara langsung kegiatan budaya ini.
“Kami merasa terhormat karena tahun ini kedatangan tamu dari organisasi Dayak di Sarawak, Malaysia, dengan jumlah sekitar 80 orang. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa budaya Dayak memiliki keterikatan yang kuat lintas wilayah,” ungkap Pieter.
Lebih lanjut, Pieter juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan kegiatan Naik Dango ke-3. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai hiburan serta perlombaan tradisional yang sarat akan nilai budaya.
Selama periode 21 hingga 25 April 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, seperti permainan tradisional gasing, menampai padi, hingga lomba memasak kuliner khas Dayak. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat yang hadir.
“Kami mengundang seluruh masyarakat dari berbagai kalangan untuk datang dan meramaikan kegiatan ini. Akan ada banyak hiburan, kegiatan adat, serta perlombaan tradisional yang dilaksanakan setiap hari, sehingga masyarakat dapat menikmati sekaligus mengenal lebih dekat budaya Dayak,” pungkasnya.
Dengan dimulainya kegiatan Naik Dango ke-3 ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak dapat terus terjaga, serta menjadi daya tarik budaya.
Penulis : Aden
Editor : Aden
Sumber Berita: Koordinator Seksi Display Budaya Naik Dango












