‎Panic Buying Picu Antrean BBM di Kalbar, Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan, Pemerintah Pastikan Stok‎ Aman dan Distribusi Kembali Normal 

- Publisher

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Foto: Kemendagri Tito Karnavian/ tangkapan layar Instagram TitoKarnavian 

‎Foto: Kemendagri Tito Karnavian/ tangkapan layar Instagram TitoKarnavian 

ntvsatu.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang, dipicu oleh kesalahpahaman masyarakat terhadap kebijakan pembatasan pembelian BBM.

‎Menurut Tito, kebijakan tersebut awalnya diterbitkan untuk mengurangi antrean di SPBU. Namun, masyarakat justru menafsirkannya sebagai ancaman kelangkaan sehingga memicu aksi panic buying.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Panic buying karena surat edaran yang membatasi. Padahal niatnya tadinya mengurangi antrean supaya lebih pendek dan masyarakat bisa cepat mendapatkan BBM,” ujar Tito di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

‎Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat segera merespons kondisi tersebut dengan memerintahkan kepala daerah untuk mencabut kebijakan pembatasan sekaligus memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat.

‎Tito juga memastikan bahwa stok BBM dan gas nasional dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

‎“Stok BBM, gas, semua aman dan cukup. Tidak perlu khawatir. Setelah disampaikan ke publik dan kebijakan dicabut, kondisi kembali normal,” tambahnya.

‎Senada dengan itu, BPH Migas juga memastikan bahwa ketersediaan BBM secara nasional dalam kondisi sangat aman. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

‎Sementara itu, upaya normalisasi distribusi BBM di Kalimantan Barat terus dilakukan. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak kini beroperasi selama 24 jam guna mengurai antrean kendaraan.

Baca Juga:  ‎Pemda Ketapang Larang ASN Lakukan Siaran Langsung di Media Sosial Saat Jam Kerja

‎Berdasarkan pemantauan hingga 22 Maret 2026, antrean di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perbaikan. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebut kondisi penyaluran BBM secara umum sudah kembali aman dan lancar.

‎“Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal. Sementara di beberapa daerah lain seperti Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang dalam kondisi sedang,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, selama periode 9–22 Maret, penyaluran BBM jenis bensin seperti Pertalite dan Pertamax Series mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari atau meningkat 19,8 persen dari kondisi normal. Bahkan, lonjakan tertinggi mencapai 54 persen pada 20 Maret.

‎Sedangkan untuk BBM jenis solar, distribusi tercatat rata-rata 1.420 kiloliter per hari atau turun 3,7 persen dari kondisi normal, dengan kenaikan tertinggi sebesar 20 persen pada 18 Maret.

‎Pertamina juga memastikan kelancaran suplai ke SPBU dengan menambah armada mobil tangki serta mengoperasikan fasilitas Integrated Terminal (IT) Pontianak selama 24 jam.

‎Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis kondisi distribusi BBM di Kalimantan Barat akan kembali sepenuhnya normal dalam waktu dekat.

Follow WhatsApp Channel www.ntvsatu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Kecelakaan Tunggal Bus DAMRI Rute Sintang–Pontianak di Tanjakan Penyeladi Sanggau, 1 Penumpang Meninggal Dunia dan 20 Lainnya Luka-Luka
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala Himbau Aksi Massa di PN Sintang Berjalan Damai
‎Bupati Ketapang Hadiri Buka Puasa Bersama Ikkramat di Keraton Matan, Tradisi Meriam Pusaka Padam Pelite Warnai Ramadan 1447 Hijriah
‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman
‎Bupati Ketapang Awali Pembangunan Listrik di Tanjung Lambai, Warga Sambut dengan Prosesi Adat
‎Gawai Dayak Bejujongk ke-XV di Desa Gema Disiapkan Meriah, Warga Gerai Tunjukkan Antusias Tinggi
‎Gubernur DKI Pramono Anung Perintahkan WARKOBI Dikelola Profesional untuk Dorong PKL UMKM Naik Kelas
‎Warga Air Upas Desak Pemberantasan Narkoba, Polres Ketapang Tingkatkan Patroli dan Penindakan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 20:38 WIB

‎Kecelakaan Tunggal Bus DAMRI Rute Sintang–Pontianak di Tanjakan Penyeladi Sanggau, 1 Penumpang Meninggal Dunia dan 20 Lainnya Luka-Luka

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala Himbau Aksi Massa di PN Sintang Berjalan Damai

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:33 WIB

‎Panic Buying Picu Antrean BBM di Kalbar, Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan, Pemerintah Pastikan Stok‎ Aman dan Distribusi Kembali Normal 

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:52 WIB

‎Bupati Ketapang Hadiri Buka Puasa Bersama Ikkramat di Keraton Matan, Tradisi Meriam Pusaka Padam Pelite Warnai Ramadan 1447 Hijriah

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:45 WIB

‎Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong Ketapang: Simbol Harmoni dan Persatuan dalam Keberagaman

Berita Terbaru